Minggu, 09 Oktober 2016

Pantai Indah Pandan Simo Bantul

Pantai Pandansimo berada di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, kurang lebih 20 kilometer arah barat daya Kota Bantul. Terletak bersebelahan dengan Muara Sungai Progo, dan merupakan pantai paling barat dari deretan Pantai Selatan yang masuk ke wilayah Kabupaten Bantul.

Deburan ombak yang besar dan liar, suasana mistis yang masih kental dengan banyaknya petilasan yang keramat, hiruk-pikuk nelayan melawan melawan ganasnya ombak merupakan gaya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain panorama pantai yang indah, di pantai Pandansimo juga terdapat objek wisata ziarah seperti Pandanpayung dan Pandansari. Hal menarik yang dapat dilakukan di sini adalah berbelanja ikan laut langsung dari nelayan lokal.

Nama Pandansimo sendiri berasal dari kata “pandan” (pohon pandan) dan “simo” (macan). Di sini juga terdapat berbagai aktivitas kebudayaan seperti upacara tradisi Merti Dusun, labuhan sedekah laut, dan pentas seni budaya. Demikianlah sebagian kecil kenikmatan di tengah-tengah denyut nadi kehidupan nelayan di Pantai Pandansimo. Cukup mambayar tiket tanda masuk yang rata-rata di bawah Rp 2.000 per kepala, Anda dapat merasakan denyut nadi kehidupan nelayan yang penuh kesederhanaan.

Pantai Indah Kwaru Bantul

Pergi ke pantai bagi sebagian orang demikian menyenangkan. Bermain di tepian pantai sembari menikmati keindahan alam adalah sarana murah meriah menghilangkan stres. Beban pekerjaan atau apapun bisa hilang ketika bermain di tepian pantai yang indah. Tetapi, ada efek lain yaitu kulit bisa terpanggang karena panasnya sinar matahari. Nah, apakah Anda percaya bahwa ada pantai yang elok namun teduh?



Jika Anda tidak percaya, pantai yang satu ini harus dimasukkan dalam agenda perjalanan wisata Anda. Pantai yang dimaksud adalah pantai Kuwaru. Pantai Kuwaru masih tergolong baru namun menyuguhkan panorama dan suasana yang sungguh berbeda dari semua pantai yang mungkin pernah anda kunjungi. Pantai Kuwaru yang terletak di Dusun Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Dareah Istimewa Yogyakarta ini sayang jika dilewatkan. Pantai yang rindang adalah pesona dan daya tarik tiada bandingan. Anda tidak perlu takut terpanggang sinar matahari ketika menikmati keindahan pantai.



Sembari duduk dibawah teduhnya pohon akasia dan pohon cemara udang, kita bisa menikmati keindahan pantai sembari merasakan terpaan angin yang membelai tubuh kita. Semilir angin pantai bisa menjadi sarana hilangnya kepenatan tubuh setelah beraktifitas. Pucuk-pucuk pohon melambai diterpa angin pantai. Pohon-pohon yang tumbuh subur menjadikan pantai Kuwaru ini terasa nyaman dan sejuk. Letak pepohonan ini lebih tinggi dari hamparan pantainya. Dengan posisi yang lebih tinggi ini, kita dapat menikmati keluasan pantai, deburan ombak, aktivitas para nelayan, atau orang-orang yang bermain di tepi pantai dengan lebih leluasa. Kita pun tidak perlu takut kepanasan.



Dulu, sepuluh tahun lalu saat pohon cemara udang ini ditanam oleh Mbah Kohar. Tanaman yang ditanam berjumlah 10 ribu batang. Namun sekarang sudah berkurang, mungkin sekarang tinggal 4.000-an karena tanaman-tanaman itu mati, entah karena cuaca yang ekstrem maupun terkena abrasi.



Berkunjung ke pantai memang tak lengkap jika tidak bermain air. Berkejaran dengan ombak serta menaklukkannya memberikan sensasi tersendiri. Dibutuhkan sebuah seni untuk menikmati permainan bersama ombak. Sayangnya, air laut di pantai Kuwaru terlihat kotor karena unsur pasirnya yang kecoklatan. Tapi jangan lupa, keamanan perlu diperhatikan. Harap maklum, lautan pantai selatan banyak terdapat cekungan-cekungan yang membahayakan. Tampak di mata kalau pantainya landai, tetapi bahaya siap mengancam karena arusnya yang unik. Demi keselamatan Anda sendiri sebaiknya jangan mandi atau berenang sampai ke tengah laut. Fasilitas MCK cukup tersedia di kawasan pantai ini. So, kita tidak perlu takut untuk berbasah ria.



Setelah puas bermain air, perut mulai keroncongan. Lapar. Sembari duduk kembali di bawah rindangnya pohon cemara udang, anda bisa memesan makanan. Tinggal menunggu dan makanan akan diantar sampai ke tempat anda duduk. Benar-benar luar biasa. Memang, di areal Pantai Kuwaru banyak penjual yang menjajakan beragam jenis makanan mulai dari snack kemasan pabrik, kue tradisional hingga gorengan. Untuk Anda yang kehausan pun tersedia banyak pilihan, aneka es hingga ronde banyak dijumpai. Menurut para pedagang yang berada di sekitar pantai, jumlah pengunjung yang datang tetap lumayan meskipun saat itu bukan musim liburan atau hari minggu sehingga mereka tidak khawatir akan merugi.



Jika Anda penikmat seafood, Anda tidak perlu was-was. Di sekitar pantai terdapat beberapa warung makan yang siap mengolah aneka hasil laut. Ikan segar hasil tangkapan para nelayan ini bisa Anda nikmati dalam aneka masakan. Kita bisa membelinya langsung dari nelayan yang baru selesai melaut dan minta pedagang untuk memasak sesuai keinginan kita atau dengan membeli langsung di warung-warung yang berjejer rapi.



Selain menyuguhkan keindahan dan wisata kuliner, pantai Kuwaru juga dilengkapi dengan aneka fasilitas. Jika Anda datang bersama keluarga, Anda tidak perlu khawatir karena aneka permainan dan kolam renang sudah tersedia di sela-sela rimbunnya Cemara U

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pantai Indah Samas Bantul

Pantai Samas adalah pantai yang terletak di Desa Srigading, Sanden, Bantul atau sekitar 24 km selatan Yogyakarta. Pantai Samas terkenal dengan ombaknya yang besar, delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Oleh Sub Dinas Perikanan Propinsi DIY, telaga-telaga tersebut digunakan untuk pengembangan perikanan, penyu dan udang galah serta untuk lokasi pemancingan. Di pantai ini, sering diadakan ritual keagamaan oleh masyarakat Yogyakarta seperti Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro dan Labuhan Sedekah Laut. Pantai Samas berbatasan dengan Pantai Patehan di barat dan Pantai Parangtritis di timur. Selain ombaknya yang besar, pantai Samas terkenal dengan angin lautnya yang kencang dan bibir pantai yang curam serta pantainya yang berpasir putih.


Hamparan pasir Pantai Samas sering digunakan sebagai lokasi bertelur sejumlah penyu langka seperti Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Blimbing, dan Penyu Lekang. Berburu telur-telur penyu di sepanjang hamparan pantai tersebut sering dilakukan oleh nelayan setempat untuk berbagai keperluan. Namun, atau prakarsa dan kesadaran sejumlah nelayan pantai Samas bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta serta sejumlah lembaga swadaya lingkungan maka dibentuk Forum Konservasi Penyu Bantul dengan anggota para nelayan yang dulunya berburu telur panyu.



Penyu-penyu sering mendarat di pantai Samas untuk bertelur. Forum ini menerapkan penetasan secara semi alami untuk telur-telur penyu yang akan menetas. Biasanya, oleh Forum Konservasi Penyu Bantul telur penyu yang telah diletakkan ke pasir oleh induknya akan dipindahkan ke sarang buatan. Setelah menetas, anak penyu tersebut ditempatkan di kolam pemeliharaan yang dikelola Karena yang dilakukan adalah penetasan semi alami, maka pelepasan ke laut harus menunggu 3 bulan agar lebih kuat. Anak penyu yang ditempatkan di kolam pemeliharaan diberi pakan telur semut (kroto) atau ikan yang dicacah. Setelah tiga bulan, penyu biasanya dilepas ke laut oleh murid-murid sekolah sebagai bagian dari pendidikan lingkungan, khususnya konservasi penyu.



Ingin menikmati tempat-tempat wisata Yogyakarta yang menawan lainnya dengan pelayanan yang memuaskan, serta dengan harga bersaing, percayakan dengan menghubungi kami:

Water Park Gabusan Bantul

Selain kaya akan pesona alam, seni, dan budayanya, ternyata Yogyakarta juga punya water park! Berada di seberang Pasar Seni Gabusan, Bantul dan memiliki wahana air yang seru, membuat waterpark ini selalu ramai pengunjung. Grand Puri Water Park terletak di Jalan Parangtritis km 9,5, Bantul, Yogyakarta. Tepatnya, di seberang Pasar Seni Gabusan. Water park bisa menjadi pilihan Anda saat berkunjung ke Yogyakarta. Di sini tersedia aneka wahana air yang sangat seru!



Meluncur dari water slide yang memiliki ketinggian sekitar 12 meter sepertinya menjadi favorit bagi hampir setiap pengunjung. Di papan luncur ini Anda akan diantarkan menuju kolam dengan kedalaman sekitar 1 meter. Ada 4 papan luncur dengan liukan yang berbeda-beda. Anda akan meluncur dengan kecepatan yang cukup membuat adrenalin terpacu.



Selain itu, Grand Puri Water Park juga memiliki kolam semi-olympic. Kolam ini memiliki kedalaman 1 hingga 1,5 meter. Dengan luas kolam sekitar 480 meter persegi, memungkinkan Anda berenang dengan sangat bebas. Di tepi kolam tersebut tersedia beberapa gazebo yang bisa Anda gunakan sebagai tempat beristirahat.


Grand Puri Water Park juga dilengkapi dengan penyewaan ban dan loker tempat menyimpan barang-barang pribadi Anda. Jika Anda lapar di tengah-tengah aktivitas berenang, jangan khawatir. Di dalam kawasan water park juga tersedia food court yang menyediakan aneka jenis makanan dan minuman.



Lelah berenang, Anda bisa merelaksasikan diri dengan mengarungi kolam arus. Bermodalkan satu buah ban berenang, Anda bisa berbaring di atasnya sambil menikmati suasana water park. Kolam arus ini mengelilingi beberapa wahana air lainnya, panjangnya sekitar 175 meter.



Dari situs resmi Grand Puri Water Park, Anda bisa menikmati semua wahana air dengan hanya membayar tiket Rp 25.000 pada hari Senin-Kamis dan Rp 30.000 pada hari Jumat-Minggu untuk dewasa. Untuk anak-anak, tiket dibanderol seharga Rp 20.000 setiap harinya.



Ingin menikmati tempat-tempat wisata Yogyakarta yang menawan lainnya dengan pelayanan yang memuaskan, serta dengan harga bersaing, percayakan dengan menghubungi kami:

Pantai Indah Trisik Bantul

Pantai Trisik merupakan pantai pertama di Kabupaten Kulon Progo yang akan ditemui bila anda melaju melewati lintasan Bantul – Purworejo, melewati Palbapang dan Srandakan. Berlokasi di wilayah Brosot, Kabupaten Kulon Progo, berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Trisik terletak sangat dekat dengan jalan raya sehingga sangat mudah dijangkau.



Perjalanan ke Pantai Trisik akan terasa menyenangkan dan tak begitu melelahkan meski jaraknya cukup jauh. Jalan menuju pantai ini sangat halus dan minim tanjakan, terdapat pula warung makan di kanan kiri jalan yang bisa menjadi tempat beristirahat bila lelah. Melewati jalur Palbapang dan Srandakan, anda juga akan dapat menikmati pemandangan Sungai Progo ketika melewati jembatan penghubung Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.



Pantai Trisik memiliki kekhasan dibanding pantai-pantai lainnya di Kulon Progo, yaitu suasana pedesaan pesisir yang begitu terasa. Pantai, rumah-rumah warga, gubug-gubug yang menjajakan makanan dan jalan penghubung desa dengan kota terletak saling berdekatan. Beragam aktivitas warga sekitar yang memanfaatkan wilayah pesisir dan laut sebagai sumber penghidupan juga turut meperkuat suasana pedesaan pesisir itu.



Tempat pelelangan ikan adalah salah satu tempat yang akan dijumpai ketika memasuki wilayah pantai ini. Tempat ini menjadi jantung bagi warga Trisik yang berprofesi sebagai nelayan, sebab di situlah aktivitas jual beli ikan berlangsung. Biasanya, tempat ini ramai sejak sesaat ketika nelayan selesai melaut mencari ikan.

Eksotisme pedesaan pesisir dengan dunia perikanan sebagai keseharian akan dijumpai begitu anda sampai di pantai. Jejeran perahu-perahu motor yang biasa digunakan warga untuk mencari bisa dijumpai. Tak jauh darinya, terdapat beberapa jala yang berserakan menunjukkan baru saja selesai digunakan. Sejumlah kecil warga membuka warung-warung dari gedheg bagi beberapa wisatawan yang berkunjung, menjajakan minuman sekedarnya.



Di waktu tertentu, anda bisa menyaksikan beragam jenis burung berlaga di angkasa pantai ini. Diyakini, Pantai Trisik adalah salah satu persinggahan burung migran dari berbagai wilayah. Jenis burung migran yang bisa dilihat antara lain trinil rawa, trinil pantai, trinil semak, kedidi leher merah, cerek kernyut, cerek kalung kecil dan layang-layang asia. Sementara itu, terdapat pula burung-burung non migran seperti kuntul kerbau, walet sapi dan udang biru.



Bila berjalan ke barat mengikuti arah jalan aspal menuju Pantai Glagah, anda akan menemukan aktivitas lain warga desa pesisir Trisik. Di kanan-kiri jalan itu, anda bisa menjumpai warga desa memanfaatkan panas matahari di wilayah pantai untuk mengeringkan eceng gondok yang diperoleh warga dari daerah Ambarawa.



Eceng gondok yang telah dikeringkan itu disetor pada para pengrajin untuk dibuat tas, sandal dan beragam boks. Hasil kerajinan biasanya didistribusikan ke kota atau disetor pada pengusaha kerajinan di berbagai wilayah untuk diproses lebih lanjuut. Para pengrajin di kota biasanya melakukan proses finishing dengan menambah beragam aksosoris untuk mempercantik. Meski dalam skala kecil, aktivitas menjemur eceng gondok ini mampu memberi penghidupan pada warga.



Dengan nuansa pedesaan pesisir yang begitu kental, tentu Pantai Trisik sangat pantas untuk dimasukkan dalam agenda wisata anda. Tak banyak pantai yang memiliki nuansa yang masih asri dan sederhana seperti Pantai Trisik.

Ingin menikmati tempat-tempat wisata Yogyakarta yang menawan lainnya dengan pelayanan yang memuaskan, serta dengan harga bersaing, percayakan dengan menghubungi kami:

Gereja Ganjuran Bantul

Gereja Ganjuran yang berdiri tahun 1927 bukanlah sekedar tempat tepat untuk merenung, tapi juga tempat yang menawarkan kesempatan bertemu Yesus yang global dalam wajah lokal, yang mengenakan surjan dan mendengarkan gamelan.

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, demikian nama lengkapnya, bisa dijangkau dengan mengendarai kendaraan bermotor sejauh kurang lebih 20 km dari pusat kota Yogyakarta. Pemandang sawah yang hijau dan pohon serupa cemara akan menyambut anda begitu memasuki Desa Ganjuran, tempat gereja ini berdiri. Mengunjungi gereja ini, anda akan mengetahui tentang sejarah gereja dan inkulturasi Katolik dengan budaya Jawa, terakhir mendapatkan ketenangan hati.

Kompleks gereja Ganjuran mulai dibangun pada tahun 1924 atas prakarsa dua bersaudara keturunan Belanda, Joseph Smutzer dan Julius Smutzer. Gereja ini merupakan salah satu bangunan yang didirikan sejak dua bersaudara itu mulai mengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro di daerah tersebut pada tahun 1912. Bangunan lain yang didirikan adalah 12 sekolah dan sebuah klinik yang menjadi cikal bakal Rumah Sakit Panti Rapih.

Pembangunan gereja yang dirancang oleh arsitek Belanda J Yh van Oyen ini adalah salah satu bentuk semangat sosial gereja (Rerum Navarum) yang dimiliki Smutzer bersaudara, yaitu semangat mencintai sesama, khususnya kesejahteraan masyarakat setempat yang kebanyakan menjadi karyawan di Pabrik Gula Gondang Lipuro yang mencapai masa keemasan pada tahun 1918 – 1930.

Dalam perkembangannya, kompleks gereja ini disempurnakan dengan pembangunan candi yang dinamai Candi Hati Kudus Yesus pada tahun 1927. Candi dengan teras berhias relief bunga teratai dan patung Kristus dengan pakaian Jawa itu kemudian menjadi pilihan lain tempat melaksanakan misa dan ziarah, selain di dalam gereja, yang menawarkan kedekatan dengan budaya Jawa.

Berjalan keliling gereja, anda akan menyadari bahwa bangunan ini dirancang dengan perpaduan gaya Eropa, Hindu dan Jawa. Gaya Eropa dapat ditemui pada bentuk bangunan berupa salib bila dilihat dari udara, sementara gaya Jawa bisa dilihat pada atap yang berbentuk tajug, bisa digunakan sebagai atap tempat ibadah. Atap itu disokong oleh empat tiang kayu jati, melambangkan empat penulis Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Nuansa Jawa juga terlihat pada altar, sancristi (tempat menyimpan peralatan misa), doopvont (wadah air untuk baptis) dan chatevummenen (tempat katekis). Patung Yesus dan Bunda Maria yang tengah menggendong putranya juga digambarkan tengah memakai pakaian Jawa. Demikian pula relief-relief pada tiap pemberhentian jalan salib, Yesus digambarkan memiliki rambut mirip seorang pendeta Hindu.

Anda yang ingin berziarah bisa menuju tempat pengambilan air suci yang berada di sebelah kiri candi. Setelah mengambil air suci, anda bisa duduk bersimpuh di depan candi dan memanjatkan doa permohonan. Prosesi ibadah diakhiri dengan masuk ke dalam candi dan memanjatkan doa di depan patung Kristus. Beberapa peziarah sering mengambil air suci dan memasukkannya dalam botol, kemudian membawa pulang air itu setelah didoakan.

Bila ingin mengikuti misa dalam bahasa Jawa dan nyanyian lagu yang diiringi gamelan, anda bisa datang ke gereja ini setiap hari kamis hingga Minggu pukul 5.30, setiap malam Jumat pertama, setiap malam Natal dan setiap Sabtu Sore pukul 17.00. Misa dalam bahasa Jawa itu digelar di pelataran candi, kecuali misa harian setiap pukul 5.30 yang diadakan di dalam gereja.

Usai melaksanakan ibadah atau ziarah, sempatkanlah untuk berbincang dengan warga setempat untuk mengetahui sejarah tentang Ganjuran sendiri, tempat gereja ini berdiri. Dalam Babad tanah Jawa, Ganjuran adalah sebuah wilayah Alas Mentaok yang dinamakan Lipuro. Tempat itu dahulu sempat digunakan Panembahan Senopati untuk bertapa dan direncanakan menjadi pusat kerajaan Mataram, namun batal.

Perubahan nama menjadi Ganjuran sendiri berkaitan dengan kisah percintaan Ki Ageng Mangir dan Rara Pembayun yang diasingkan oleh Mataram. Kisah cinta dua orang tersebut yang kemu

Pantai Indah Parang Endok Bantul

Parang endog suatu daerah di kec.purwosarisari kab gunung kidul ujung selatan jogjakarta hadiningrat..
Pantai Parang endog terletak di sebelah timur pantai Parangtritis. Panorama yang khas dari Pantai Parang endog selain hamparan pasir dan bentangan lain yang biru, Pantai ini memiliki gundukan bukit yang membentang di belakang hamparan pasir Pantai. Namun bukit yang menjadi bagian dari dataran tinggi Pegunungan Seribu ini pada beberapa bagiannya masuk ke Samudera Indonesia.Kecuali itu jarak antara dinding bukit
dengan garis Pantai di Pantai Parang endog ini rata-rata relatif dekat jika dibandingkan dengan Pantai – Pantai di Bantul pada umumnya.

Hal lain yang menarik dari Pantai Parang endog adalah adanya areal persawahan yang dibuat di begitu mepet jaraknya dengan Pantai. Fenomena ini menunjukkan betapa warga Pantai Parang endog begitu gigih mengupayakan kehidupannya. Pantai berpasir yang notabene merupakan hamparan tanah tandus dapat disulap menjadi areal persawahan padi dan bawang merah.
Pemandangan persawahan ini seolah menjadi begitu kontras dengan kegersangan hamparan pasir hitam yang berada di kiri kanan petak-petak sawah. Kegersangan hamparan pasir ini ternyata bisa disulap menjadi areal persawahan yang menjanjikan. Hal ini terjadi karena hasil kerja keras warga setempat yang ditunjang oleh ketersediaan sumber-sumber air tawar bening yang mengalir dari celah-celah bukit di sisi utaranya.
Pantai Parang endog ini secara etimologis terdiri atas dua buah kata, yakni parang dan endhog. Parang dalam bahasa Jawa sering diartikan sebagai batu karang yang berada di sekitar atau di dalam samudera. Sedangkan endhog dalam bahasa Jawa sama artinya dengan telur dalam bahasa Indonesia. Wilayah ini dinamakan Parang endog karena pada masa lalu di wilayah ini banyak ditemukan batuan berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata sebesar telur. Batuan-batuan ini berasal dari perbukitan yang berada di sisi utara Pantai. Sayangnya batuan semacam itu sekarang relatif sulit ditemukan karena banyak diambil orang.